SURABAYA| Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UPN “Veteran” Jatim Kelompok 15 Desa Gintungan, Kembangbahu Lamongan, menggelar sosialisasi dan praktik pembuatan sabun pembersih berbahan kulit jeruk.
Kegiatan ini diikuti sekitar 25 peserta dari kalangan ibu-ibu Posyandu dan masyarakat Desa Gintungan. Program kerja KKN ini untuk memberikan edukasi mengenai pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa kulit jeruk yang biasanya dibuang masih dapat dimanfaatkan. Kandungan minyak atsiri pada kulit jeruk dinilai dapat membantu mengangkat lemak sekaligus memberikan aroma segar.
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai potensi limbah kulit jeruk dan manfaat pengolahannya. Mahasiswa juga memperkenalkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan sabun, di antaranya kulit jeruk, air, surfaktan, garam, serta essential oil sebagai tambahan pewangi. Sementara peralatan yang digunakan meliputi blender, saringan kain, gelas ukur, dan botol penyimpanan.
Selanjutnya, mahasiswa mendemonstrasikan proses pembuatan sabun. Kulit jeruk yang telah dicuci dipotong kecil-kecil dan dijemur terlebih dahulu. Setelah itu, kulit jeruk diblender bersama air dan hasilnya disaring menggunakan kain untuk memperoleh ekstrak atau sari kulit jeruk.
Sari kulit jeruk kemudian dimanfaatkan sebagai bahan tambahan dalam formulasi sabun. Proses pembuatan diawali dengan melarutkan HEC dan garam menggunakan air aquades. Kedua larutan tersebut kemudian dicampurkan hingga merata sebelum ditambahkan Texapon sebagai surfaktan utama dan pembentuk busa.
Berikutnya, sari kulit jeruk yang telah dilarutkan dengan Tergitol dicampurkan ke dalam larutan. Natrium benzoat kemudian ditambahkan sebagai bahan pengawet, sedangkan Sanisol digunakan sebagai desinfektan yang berperan sebagai antimikroba.
Setelah demonstrasi, peserta diberi kesempatan mempraktikkan langsung pembuatan sabun. Peserta dibagi menjadi lima kelompok dan melakukan praktik secara bergantian dengan didampingi mahasiswa KKN.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti setiap tahapan dengan aktif. Peserta juga diberikan kesempatan bertanya dan berdiskusi mengenai proses pembuatan maupun penggunaan sabun, sehingga diharapkan dapat mempraktikkannya kembali secara mandiri di rumah.
Sementara itu, Kepala Desa Gintungan,Kembangbah Lamongan, Yusro Susanto, mengapresiasi kegiatan KKN mahasiswa UPN Jatim tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan edukasi sekaligus manfaat praktis bagi masyarakat.
“Saya pribadi senang dengan adanya KKN di sini yang sudah turut serta andil dalam kegiatan kemasyarakatan, termasuk sosialisasi sabun saat ini yang edukatif dan memberi manfaat yang bisa dipergunakan di kehidupan sehari-hari,” ujar Yusro dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8/26).
Sabun hasil praktik dapat dimanfaatkan untuk membantu membersihkan peralatan dapur, wastafel, dan permukaan yang berminyak. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berharap masyarakat dapat memanfaatkan kulit jeruk yang tersedia di sekitar rumah sehingga tidak langsung menjadi limbah. Selain mengurangi limbah organik, kegiatan ini diharapkan dapat memperkenalkan cara sederhana mengolah bahan yang sebelumnya tidak terpakai menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan sabun dari kulit jeruk menjadi salah satu program kerja KKN Kelompok 15 Desa Gintungan dalam memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat. Mahasiswa berharap masyarakat dapat terus mengembangkan berbagai ide pengolahan limbah sederhana yang bermanfaat bagi lingkungan maupun kehidupan sehari-hari.@ikijatim



